JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas KPKP Jakarta Timur sedang berupaya mengendalikan populasi ikan sapu-sapu di perairan wilayah Jakarta Timur. Dengan berkurangnya populasi ikan tersebut, diharapkan ekosistem dapat kembali seimbang dan ikan lokal memiliki ruang untuk berkembang.
"Nanti dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) ada yang sidak-sidak ke setiap titik. Monitor berkala ke pabrik siomay atau ke mana gitu," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, dilansir Antara.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan ikan yang dinyatakan tidak layak konsumsi tersebut tidak masuk ke dalam rantai makanan masyarakat. Sidak tersebut akan menyasar pelaku usaha serta tempat pengolahan makanan yang berpotensi menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku.
Munjirin menyebut langkah tersebut penting untuk dilakukan mengingat praktik penangkapan dan penjualan ikan sapu-sapu sudah berlangsung lama di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan lapangan dinilai menjadi kunci untuk memutus distribusi ikan tersebut.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto, mengatakan kegiatan sidak tersebut lebih difokuskan pada monitoring berkelanjutan dibandingkan razia besar. Petugas akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan konsumsi.
"Nanti, ya, monitor saja, monitor. Kita pastikan tidak dimanfaatkan untuk konsumsi," ujar Taufik.
Selain pengawasan distribusi, Pemkot
Lebih lanjut, Taufik menyebutkan langkah pengawasan dilakukan beriringan dengan upaya pemulihan ekosistem perairan. Menurut dia, keberadaan ikan sapu-sapu yang dominan di sejumlah perairan menjadi salah satu faktor terganggunya keseimbangan lingkungan.
"Nanti, kalau sudah perairannya sudah bersih, baru kita kasih ikan lokal sebagai cara pemeliharaannya. Ikan nila yang sesuai dengan kondisi," ungkap Taufik.
Pemkot Jakarta Timur berencana menebar ikan lokal secara bertahap setelah populasi ikan sapu-sapu berkurang dan kualitas air membaik. Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan keseimbangan ekosistem, sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih aman bagi masyarakat.
Terkait pengawasan, Taufik menegaskan kegiatan yang dilakukan nantinya lebih mengedepankan monitoring, bukan razia besar-besaran. Dengan begitu, kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mencegah praktik distribusi ikan sapu-sapu untuk konsumsi.
"Ya, monitor saja, monitor. Kita tetap optimis memberikan edukasi, perhatian kepada warga yang belum paham atau masih sedikit pengetahuannya," ungkap Taufik.
Pemkot Jakarta Timur tengah melakukan operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di 10 kecamatan, sebagai langkah konkret menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus melindungi kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, dan dilaksanakan secara hybrid di sejumlah titik perairan lainnya.
Di Kecamatan Matraman, kegiatan berlangsung di Pintu Air Gunung Antang, RW 9, Kelurahan Palmeriam. Di Kecamatan Duren Sawit, kegiatan dipusatkan di Kali Buaran II, sementara di Kecamatan Cakung, penangkapan ikan itu berlangsung di kawasan Perumahan Rokem, Tambun Rengas. Lalu, di Kecamatan Jatinegara, operasi digelar di Rumah Pompa Air BC Sudin Sumber Daya Air, Kelurahan Bidara Cina. Kemudian, di Kecamatan Cipayung, operasi berlangsung di Waduk Cilangkap 2 Agrowisata, RW 1, Kelurahan Cilangkap.